hukum mngkafirkan orang lain

Published Agustus 1, 2011 by agungasshafi

Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Hikmah

Muslim Indonesia kembali mengalami fitnah dengan meledaknya bom pada Jumat (7/7) yang lalu. Dan dengan mudahnya pula telunjuk bangsa-bangsa Barat menuding umat muslim berada di belakang kejadian tersebut. Terlepas bahwa adanya konspirasi internasional di belakangnya, kita juga jangan terjebak untuk ikut-ikutan menjelekkan saudara sendiri. Apalagi sampai menuduh saudara kita telah kafir (takfir), padahal kita tidak mengetahui pasti permasalahan yang terjadi. Ketidaktahuan telah membuat banyak orang mengucapkan kalimat-kalimat yang dapat membuat mereka keluar dari Islam tanpa mereka sadari. Permasalahan ini jelas sangat berbahaya, karena ia menyangkut keislaman kita. Para ulama menyebutkan bahwa seseorang yang tidak mengenal keburukan (kejahatan), maka dia akan terjerumus ke dalamnya.

Hukum Memusyrikkan atau Mengkafirkan Seseorang
Kemusyrikan atau kekufuran merupakan sebuah dosa yang tidak terampuni kecuali dengan kembali memeluk Islam dan mengesakan Allah SWT. Penyakit yang berbahaya ini tentunya harus kita kenal dan hindari, agar kita  selamat dari siksa pedih yang abadi. Sayangnya, tidak banyak orang yang benar-benar mempelajari permasalahan ini dengan tuntas.  Akibatnya, hanya karena memiliki perbedaan pemahaman dalam tata cara beribadah, tidak sedikit orang yang terlalu mudah melontarkan kalimat, “Dia musyrik” atau “Kamu  musyrik’ “Itu perbuatan syirik” dan sejenisnya kepada seorang Muslim yang taat beribadah dan beriman kepada Allah.  Rasulullah saw bersabda : “Jika seseorang mengkafirkan saudaranya (sesama Muslim), maka salah  satu di antara keduanya akan menjadi kufur.”  (HR Muslim).

Rasulullah saw telah mendidik para sahabat untuk tidak menuduh seseorang sebagai kafir dan tidak pula melaknat seorang Muslim yang bermaksiat.  Rasulullah saw bersabda :
“Tiga hal yang menjadi dasar iman, (pertama) adalah mencegah diri  untuk tidak menyakiti orang yang telah mengucapkan tidak ada Tuhan kecuali  Allah (seorang Muslim).  Kita tidak mengkafirkannya karena sebuah dosa dan tidak mengeluarkannya dari Islam karena sebuah perbuatan (amal).  (Kedua),  jihad telah berlaku sejak Allah mengutusku hingga nanti umatku yang paling  akhir memerangi Dajjal. Kedzaliman orang yang dzalim maupun keadilan orang yang adil tidak akan dapat menghalanginya. (Ketiga), iman kepada berbagai takdir.”  (HR Abu Dawud).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: